Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

White Lies

Pada dasarnya, kita bukan pembohong.. tapi kita berbohong.
Ga jarang kita harus memilih antara Bijaksana dan Jujur.
Bijak kadang memaksa kita berbohong, Jujur kadang menyakitkan.

83846428_ff99524903
Contoh:
Kita punya temen yang kurang PeDe karena badannya gemuk.. dia bertanya kepada kita.. “aduuhh.. gimana dong… baju aku ga ada yang cocok ama badan aku nih.. aku keliatan jelek..”
Pilihan pertama, kita ‘Bijak’, “Ah, ngga ko.. kamu bagus pake baju
itu.. lagian kamu ga gendut-gendut amat..” ucapan kita membuat temen
kita jadi lebih percaya diri.. dan dia senang.
Pilihan kedua.. “Elu sih.. badan ga dijaga.. olah raga dong..”
Ucapan yang ini, membuat (sedikitnya) sakit hati dan memberikan dampak
psikologis yg negatif untuk temen kita.. dan ga mustahil, kita akan
kehilangan teman kita karena ‘kejujuran’ yang sudah kita utarakan tadi..

Dalam berbisnis, kita pun berbohong..
Jika kita malu ketahuan berbuat salah, kita pun berdalih.. (bohong lagi)

Bohong dalam batasan tertentu mungkin bisa diterima.. tapi jangan
sampai jadi kebiasaan, karena dari hal yang kecil, akan tumbuh jadi
besar, dan akhirnya kita jadi pembohong..

inspired by. Liar Liar the Movie and The Shameless Liar’s Guide

(re-post : July 3, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

Time Management

Dalam aktivitas sehari hari, kita sering mendengar “Saya tidak punya waktu” atau “Saya tidak bisa mengatur waktu”. Sebenernya, waktu itu sendiri tidak perlu diatur karena waktu sudah teratur setiap detik dan waktu tidak pernah berhenti atau berhitung mundur.

Yang harus diatur adalah aktivitas kita.

Timematrix1_1Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul First Things First, membagi aktivitas kedalam 4 kuadran yang terdiri dari aktivitas : penting, tidak penting, mendesak dan tidak mendesak.

Kuadran 1 – Penting dan mendesak
Kuadran 2 – Penting tapi tidak mendesak
Kuadran 3 – Tidak penting dan tidak mendesak
Kuadran 4 – Tidak penting tapi mendesak

Sifat kuadran 1 adalah aktivitas yang tidak bisa ditunda dan harus dikerjakan pada saat itu juga. Sedangkan kuadran 2 adalah aktivitas yang bersifat jangka panjang dan merupakan kuadran terbaik. Kuadran 3 dan 4 adalah kuadran yang lebih banyak membuang waktu.

Timematrixresult1_3


Penempatan aktivitas pada kuadran-kuadran tersebut akan menentukan efektivitas dan efisiensi waktu yang telah kita gunakan. Dengan memaksimalkan kuadran 2 maka kuadran 1 akan berkurang (kecuali bencana dan musibah) dan dapat mengurangi tingkat stress yang disebabkan aktivitas pada kuadran 1. Kuadran 2 dapat maksimal apabila aktivitas pada kuadran 4 dikurangi dan aktivitas pada kuadran 3 dihilangkan.


sumber : First Things First by. Steven R. Corvey

Note     : Klik pada image untuk gambar yang lebih jelas

(re-post : June 28, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

Sedikit Tips di Jalan Raya

Saya tulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan waktu nyupir dan menyeberang..

Bagi Pejalan kaki :

  1. Gunakan trotoar (kecuali bila banyak kaki lima)
  2. Hindari menyeberang pas belokan, karena kendaraan yang berbelok cenderung melihat ke arah yang berlawanan (melihat kendaraan lain)
  3. Menyeberanglah di Zebra Cross(kecuali zebra cross nya salah masang – di pas belokan)
  4. Ga usah malu untuk lari sewaktu menyeberang.. (run for your life) )
  5. Kalo nyeberang malem hari, jangan mengandalkan dari lampu kendaraan
    karena kadang ada kendaraan yang ga pake lampu (beca, sepeda atau orang
    yang ga sempet ganti lampu kendaraannya)
  6. Tangga penyeberangan.. pilihan terakhir.. karena buat saya pribadi,
    tangga penyeberangan di Bandung tidak efisien dan melelahkan..
    (harusnya dibuat selandai mungkin seperti di Jakarta)
  7. Kalo ga ada zebra Cross, menyeberanglah selagi bisa.. atow “mungpung kosong” )
  8. Bersabarlah dalam menyeberang sambil menanti pengendara yang baik hati
    dan budiman memberikan kesempatan untuk kita menyeberang.. (gunakan tampang memelas..) )
  9. Jangan menyeberang dengan santai bak pragawati yang mengandalkan
    “senyum” ke pengendara.. atau berjalan santai dengan gagah berani
    dengan tampang garang.. (sebel tau ga..)
  10. Ajari anak-anak untuk menyeberang yang baik dan benar (Children see, Children Do..)

Crosswalkchildren_2
Buat Pengendara :

  1. Utamakan penyeberang anak-anak, orang tua dan ibu-ibu
  2. Kasih kesempatan buat yang nyeberang lah.. apalagi yang di zebra Cross..
  3. Buat pengguna motor, jangan naek ke trotoar dong.. itu kan buat pejalan kaki..
  4. Sesama kendaraan yang lain : Utamakan kasih jalan buat yang lurus,
    kemudian yang belok kiri.. baru yang belok kanan.. kalo macet/ penuh
    ya.. gantian lah.. :p
  5. Kalo nyupirnya pelan, jangan ditengah atow di kanan jalan, ya.. “ngagokan..” masuk jalur lambat aja atow di sebelah kiri..
  6. Gunakan kecepatan yang layak (0-20 km buat di kompleks, 20-40 di jalan
    padat, 40-60 jalur lambat, 60-80 jalur cepat, 80-120 jalan tol, 120-500
    Sirkuit Sentul) D
  7. Gunakan lampu sent (richting), kemudian belok.. jangan belok dulu baru lampu sent.. bingung tau..
  8. Ga usah ngelakson yang ga jelas.. berisik..
  9. Bawa SIM, KTP, STNK.. berdamailah dengan Polisi.. dan sabar.. )

(re-post : June 24, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 9, 2008

Goodbye Angklung?

Malaysia dikabarkan telah meng-klaim Angklung sebagai alat musik tradisional dari negara tersebut. Hal ini tentunya sangat memukul perasaan orang Indonesia, terutama orang Sunda. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya bahwa Jepang pun telah mematenkan Tahu dan Tempe sebagai produk asli miliknya. Belum lagi replika Borobudur yang sudah lama “dimiliki” oleh Amerika. Ada apa sebenarnya dengan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) ? Bagaimana bisa sebuah negara meng-klaim begitu saja budaya suatu negara tertentu? Hal-hal apa yang memengaruhi HAKI tersebut bila berlaku Internasional..? (mungkin akan saya coba cari dulu bahannya.. ga ngerti sih..) :)

Angklung
So.. sebenarnya hal ini terjadi karena kesalahan siapa? Apakah kita sebagai orang Sunda yang ‘enggan’ mempelajari angklung dan cenderung bermain “Band” dengan alat-alat musik impor? Kita yang lebih bangga menguasai Drum, Piano atau Bass ketimbang alat musik tradisional kita sendiri..?
Terus terang.. saya sangat menyukai Drum dan sempat mengikuti les Drum walau hanya 3 bulan. Saya menyukai Suling, Angklung, Kecapi dan Degung.. tapi hanya sebatas menikmatinya karena saya rasa suara alat musik tersebut terdengar sangat natural.. ada keinginan untuk mempelajarinya tapi jika saya pikir lebih jauh.. mau ngapain..??? Mau ikutan kontes “Aku Anak Band”? atau “Indie Fest”?

Kita cenderung menganggap remeh budaya kita sendiri. Kita kurang peka bahwa budaya tradisional kita memiliki nilai yang sangat tinggi (kecuali budaya ngaret dan korupsi) Ini juga dikarenakan sikap pemerintah yang kurang serius untuk memromosikan budaya daerah di kalangan generasi muda. Westernisasi dan pengaruh Trend dari luar negeri yang sangat kuat tidak dapat mencegah terimbasnya budaya nasional dan daerah kita. Banyaknya Sinetron asing (Spanyol, Taiwan, Jepang dan Korea) setidaknya mempengaruhi minat generasi muda akan budaya asing tersebut.

Saya tidak mendiskreditkan para Fans sinetron tersebut. Saya hanya ingin memperlihatkan bagaimana suatu cerita dapat dikemas dan “dijual” sehingga dapat mendunia dan menarik simpati orang banyak.
Sebenarnya kita bisa melakukan itu. Contoh, Film Cut Njak Dien dan Nagabonar yang sempat menjadi nominasi film Asia terbaik. Si Doel Anak Sekolahan (kecuali bagian percintaan segi tiga antara Doel, Sarah dan Zainab) pun bagi saya mampu memunculkan karakter Batawi yang kental.

Bangkitnya perfilman Nasional sekarang hendaknya bisa menjadi misi bangsa ini untuk “menyelipkan” unsur budaya daerah kita ke luar negeri karena walaupun banyak duta Indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk misi kebudayaan, bila hanya didukung oleh kelompok tertentu dan Kedutaan Besar saja sepertinya tidak akan berhasil.

Kasus seperti ini sudah lama terjadi sebelumnya.. bila hal ini tidak ditangani serius, tidak mustahil budaya kita hanya dikenal sebagai bagian dari mata kuliah dan pada saatnya nanti akan punah..

(re-post : June 18, 2007)

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

Why IPDN?

IPDN kembali menelan korban..
Meninggalnya Praja Wahyu Hidayat di tahun 2003 lalu ternyata tidak mampu dijadikan pelajaran oleh IPDN.. Cliff Muntu menjadi korban berikutnya.

Tindakan kekerasan di dalam kampus ini ternyata masih terjadi. Pemerintah memberikan opsi kepada IPDN apakah IPDN akan dijadikan Sekolah Militer atau Sekolah Publik. Menurut saya, bukan itu inti masalahnya.

Kekerasan yang terjadi adalah semacam “Chain Reaction” yang turun temurun antar angkatan. Angkatan pertama mengalami ‘penyiksaan’ fisik dan kemudian membalasnya pada angkatan baru dan seterusnya.. Ini semacam balas dendam. Kita disakiti, dan kita balas menyakiti.. tidak peduli siapa orangnya, yang jelas, kita harus balas.. pemikiran semacam itu yang pernah saya tangkap semasa sekolah dulu.. dan ini tidak akan berujung.

Kekerasan dalam pendidikan sudah tidak sesuai dengan Jaman, apalagi bila kekerasan itu dilakukan terhadap anak kecil (Child Abuse) yang akan berdampak psikologis yang tidak baik. Bahkan dalam pendidikan militer pun tidak ada hukuman yang berupa kekerasan fisik yang berbentuk penganiayaan.. yang ada adalah hukuman fisik berupa pekerjaan kasar dan olah raga (push up, sit up, lari)

36e2aec8a297409bd3e6d3662813ae6c IPDN melakukan penganiayaan. Saya menyebutnya demikian karena pukulan dan tendangan dilakukan sekuat tenaga dengan titik sasaran yang berbahaya dan dengan teknik yang bisa mematikan secara berulang ulang. Sang korban pun ‘dilarang’ melawan.. Ini tindakan pengecut. Contoh kualitas mental yang sangat rendah yang bersifat menghancurkan untuk memuaskan nafsu.. sama sekali tidak ada hubungannya dengan tujuan untuk mencari ilmu.. metoda Pendidikan yang aneh..

Kita mungkin dulu ingat permainan tradisional semasa kita kecil dulu.. namanya “Injit injit Semut”. Permainan ini sangat sederhana dimana tangan kita dicubit oleh tangan teman kita secara bergantian sambil menyanyikan lagu Injit injit Semut (saya tidak perlu menyanyikannya karena tak akan terdengar dan saya tidak suka nyanyi.. :) Dalam permainan ini mengandung pesan bahwa bila kita disakiti orang, kita tentunya akan merasa sakit.. dan bila kita tau dicubit itu sakit, maka kita jangan mencubit orang lain..

Tindakan kekerasan dan penganiayaan bukan hanya terjadi dalam kampus IPDN saja, tapi mungkin juga terjadi dalam kampus lainnya, dalam Rumah Tangga dan dalam masyarakat (pengeroyokan) Sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan UU yang mengatur hal-hal tersebut yang disertai dengan hukum yang sangat berat.

Sedikit kutipan dari buku-nya Donald Trump (aku lupa judulnya)
“Balas dendam adalah tidak logis. Hasil akhir dari mata dibalas mata, gigi dibalas gigi adalah dua orang yang buta dan ompong”

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

Selingkuh

Dalam hubungan antar manusia, setiap pasangan (terutama yang berstatus “in a relationship” atau “married”)  tentunya ingin  hubungan tersebut bersifat  Monogamy. Banyak pasangan Monogamy yang menganggap selingkuh sebagai hal yang melanggar batas hubungan yang sedang mereka jalani atau juga melanggar janji.

Dalam bahasa inggris, selingkuh adalah cheating, yang kurang lebih artinya adalah berbohong, menipu atau mengambil keuntungan dari ketidaktahuan orang lain dan melanggar hukum/janji.

Bila kita memang sedang menjalani hubungan dengan seseorang yang bersifat mengikat (pacaran atau menikah) dan tiba-tiba kita menyukai atau tertarik dengan orang lain sehingga kita secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan yang bisa dibilang “flirting” atau melakukan interaksi yang bersifat intim, romantis baik dalam bentuk percakapan ataupun bahasa tubuh, itu bisa disebut sebagai selingkuh.

Banyak orang bilang, “selingkuh itu indah..” atau mereka tidak mau mengakui (tidak menyadari) bahwa dia sedang selingkuh dengan berbagai dalih “kita cuma temenan ko..” “kita kan udah mati rasa” “kita cuma suka ama suka” “kita biasa bilang sayang.. ga pake rasa” “kita saling menyayangi ko..” (kira-kira sebagian besar seperti itu, lah..)

Kalau kita sudah ke arah flirting padahal kita tidak berstatus “single”, uuhhh.. sepertinya itu mengarah kepada selingkuh.. dan itu tidak bagus.. flirting = selingkuh, ga peduli apapun dalihnya.

Bagaimana mungkin kita bisa bilang kalau kita sayang pada pasangan yang sudah percaya dan peduli sama kita sedangkan kita melakukan flirting di belakang pasangan kita, berbohong dan pada akhirnya menyakiti pasangan kita (bila ketauan tentunya..) dan berdalih, “kita cuma temenan, ko..” come on, Guys.. be realistic!

Cheat_edit Flirting adalah tanda-tanda selingkuh.. selingkuh berarti kita tidak menghormati pasangan kita. Mungkin kita perlu berpikir, apakah kita menyayangi pasangan kita, atau ada kekurangan pada pasangan kita yang tidak bisa kita terima atau kita hanya ’suka’ pada pasangan kita..

Mungkin akan terdengar ‘tega’ bila kita mengatakan langsung pada pasangan kita bahwa kamu sudah tidak sayang lagi atau kamu sedang ‘jatuh cinta’ lagi dan hubungan tidak bisa dilanjutkan.. Tentunya ini sedikit aneh.. dan ada resikonya.. jelas.. tapi setidaknya tidak ada perasaan yang ‘dipaksakan’ untuk terus berlanjut, karena menurut sobat saya (yang tanggal 31 Maret kemarin baru menikah.. :) bilang, “cinta tidak bisa dipaksakan” Lagi pula, bila kita dibohongi, tentunya akan lebih menyakitkan..

Berciuman, percakapan romantis (dengan kata ’sayang’) dalam bentuk apapun dan bahasa tubuh lainnya yang bersifat intim adalah FLIRTING dan FLIRTING = SELINGKUH.

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

I am Who I am

I believe that we have already know bout priority.. or let me say, the scale of priority. Simple but not easy to take though. Just like Indonesian people said ‘ a theory’.
In the last couple of years, I’ve already know bout my weaknesses being standing between two purposes.. everybody learn I guess.. and I don’t wanna feel that I do all things in perfect.. I’m just trying.
I try to keep two things in controlled.. so I need another ‘theory’.. time.
We are ussually have a purpose or purposes.. something we want, we need and we planed.
Suddenly it come out from no where that we have to choose, change or reverse our directions.. I don’t say we have to letting go one of them but I prefer to called it.. ‘a delay’.. (I was call it a sacrifice.. but we do it all day don’t we?)
Finally, our mind has been devided into 4 sections (based on time definitions) which are; Important and Urgent, Important but not urgent, Urgent but not Important and finally the worst.. Not Important and not Urgent. (I will not explain it now, not yet..)
Well.. when this situation force us to choose, I use those indications but it doesn’t make it easier to define though..
Each time we solving a problems, we’ll learn..
Life is a gamble.. we do not know what will come over us next exactly.. we just make a calculations or analysis for the future and then make a decision.. predictions but still gambled in results.
I don’t know about you but it seems that I always face this ‘funny’ situation.. like devided into pieces..
I had to choose a thing and then delay for the other thing.. most of them became too late.. fade out and slowly dissapear.. sometimes as a punishment as an unresponsible attitude.. I learned to accept. My fault and my mistake. For every decision you’ve made would caused a side effect.. and it will come against you and sometimes haunted you each day.. I was too much to deny my own life and priority. I learned to be brave. Some might need to fixed and some might be to be forget.. we’ll have to be patience while this happened (but patience has a limitation)
Once a decision being made, just assume.. there is not turning back.. time ticking and you have to move on. It is imposible to make a time machine.. and if it is.. it will change nothing.
We always have a choice.. we have to make a decision.. we don’t need time to do this.. we need a brain. If we have to face a similar conditions, choose for your own life is a wise answer.

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

Televisi

Televisi (TV) sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat kita. Banyak informasi dan hiburan yang bisa didapatkan melalui media audio visual ini.
Makin maraknya TV Swasta membuat masyarakat semakin dimanjakan dengan berbagai program yang ditayangkan baik dari dalam maupun luar negeri.
Namun sangat disayangkan bahwa perkembangan dunia pertelevisian Indonesia tidak diimbangi dengan perkembangan kualitas tayangan yang disuguhkan oleh TV swasta. Program acara ditentukan dengan tingkat rating pemirsa tanpa melihat dampak yang mungkin muncul untuk masyarakat sendiri. Program-program tayang seperti; mistis, kriminal, sinetron, gosip dan acara-acara yang berisikan kekerasan sempat menjamur dan menjadi konsumsi favorit pemirsanya, bahkan menurut saya diantaranya adalah tayangan yang bersifat ‘pembodohan’.
Penempatan jam tayang serta pemasangan simbol “17+; BO” dan lain sebagainya tidak membantu banyak untuk mengurangi dampak acara tersebut untuk dikonsumsi orang yang belum dewasa, mengingat sebagian besar masyarakat kita  mampu memiliki TV lebih dari satu dan setiap anggota keluarga memiliki TV sendiri di kamarnya.

Image_1 Menurut pengalaman saya pribadi, bila kita menyaksikan suatu tayangan, apalagi dilengkapi dengan teknologi visual efek yang canggih yang membuat tayangan tersebut seolah-olah nyata, kita seperti terhipnotis oleh tayangan tersebut. Kita seperti berada di antara kenyataan dan hayalan ketika tayangan tersebut selesai. Tak jarang gambar-gambar dan adegan-adegan tersebut muncul kembali dalam ingatan kita ketika kita sedang melakukan aktifitas. Tayangan TV sepertinya dapat berpengaruh besar terhadap memori otak kita. Seperti virus, mungkin.
Oleh karena itu, program acara yang sekiranya bisa menimbulkan dampak negatif bagi pemirsa, terutama anak anak, sebaiknya dikurangi atau bahkan dihilangkan. Saya yakin, TV swasta tidak akan kehilangan pendapatannya karena menurut saya masih banyak banyak acara-acara yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat kita.
Mungkin saya naif, tapi saya sendiri lebih menyukai acara yang berisikan perkembangan science dan teknologi dan menyadari bahwa negara kita sudah sangat tertinggal hampir di segala bidang.
Ada sebuah tips menarik yang saya dapat dari seorang sobat.. Di dalam satu keluarga, sebaiknya hanya ada satu TV saja karena TV bisa menjadi sebuah alat pemersatu keluarga :)

Dampak dan pengaruh TV bagi anak-anak bisa dibaca disini:
tuberose

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

Kenapa Harus Poligami?

 

Poligami adalah pernikahan kepada lebih dari satu suami atau isteri sekaligus.Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahaan kelompok (group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namun poligini merupakan bentuk yang paling umum terjadi.

Keterbukaan Aa Gym bahwa dirinya memilih Poligami sangat disayangkan. Mengingat beliau adalah seorang tokoh besar Islam di Indonesia saat ini. Seorang pemimpin yang menjadi contoh bagi umatnya. Ini tugas terberat seorang pemimpin, dimana semua ucapan dan nasehat harus selalu sejalan dengan apa yang dilakukannya. Tidak jarang seorang pemimpin harus menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan atau kesenangan pribadinya. Pol_1

Terlepas dari sejarah Rasulullah yang juga memiliki empat orang isteri, saya pribadi tidak setuju akan Poligami baik yang telah dilakukan oleh Aa Gym maupun (maaf) Rasulullah, walaupun kondisi sang suami memiliki harta yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan banyak isterinya.

Saya coba memandang dari segi “take and give”.. Bila suami boleh beristerikan lebih dari satu, bagaimana perasaan suami bila isterinya beristrikan lebih dari satu pula? Bagaimana perasaan anak kita? Perbandingan 1:4 antara laki laki dan wanita pun tidak bisa dijadikan alasan untuk ber Poligami. Lagi pula, untuk kondisi Indonesia, hal pernikahan dan perceraian sepertinya dianggap hal yang biasa, khususnya perceraian yang dianggap sepele.. cerai dan cari gantinya, tanpa ada kompensasi yang tegas bagi suami terhadap mantan isteri dan anak-anaknya.

Sebaiknya kita mensyukuri atas apa yang sudah kita dapatkan karena “Pekarangan tetangga TIDAK lebih hijau dari pekarangan kita”.

Mudah mudahan, tindakan Aa Gym ini tidak dianggap sebagai “pembolehan” bagi para suami untuk beristerikan lebih dari satu. Sebaiknya Aa Gym hanya memilih satu isteri saja dan mudah-mudahan saya pun tidak tergoda untuk ber Poligami. Amieenn..

(reposted on Dec 5, 2006)

Posted by: insitemyhead | April 21, 2007

Harrowdown Hill

Harrowdown Hill By. Radiohead

Don’t walk the plank like I did
You will be dispensed with
When you’ve become inconvenient
Up on harrowdown hill
Where we used to go to school
That’s where I am
That’s where I’m lying down

Did I fall or was I pushed?
Did I fall or was I pushed?
And where’s the blood?
And where’s the blood?

I’m coming home
I’m coming home
To make it all right
So dry your eyes

We think the same things at the same time
We just cant do anything about it

So don’t ask me
Ask the ministry
Don’t ask me
Ask the ministry

We think the same things at the same time
There are so many of us
So you can’t count

We think the same things at the same time
There are too many of us
So you can’t count

Can you see me when I’m running?
Can you see me when I’m running?
Away from them

I can’t take their pressure
No one cares if you live or die
They just want me gone
They want me gone

I’m coming home
I’m coming home
To make it all right
So dry your eyes

We think the same things at the same time
We just cant do anything about it

We think the same things at the same time
There are too many of us
So you can’t count

It was a slippery slippery slippery slope
It was a slippery slippery slippery slope
I feel me slipping in and out of consciousness
I feel me slipping in and out of consciousness

« Newer Posts - Older Posts »

Categories