Posted by: insitemyhead | February 25, 2009

A Trust

We are changing or we have to change by our circumstances.. Today you trust them but on the next day, they suddenly deceived you.. The risk of trust is  deceived.. We can not blame on them.. maybe they have their own reason. We only have to finish the job – keep the distance – and try to move on. Although a second chance would be wiser but it depends on yours.

A revenge is unrealistic choice.. coz’ it will makes you worst.

“The result of teeth avenged by teeth and eyes avenged by eyes is two toothless – blind people”.

Changes would be good as long as it makes you better..

A big responsibility when people have  trust in you is how long you can keep it as a trustworthy person.. A little missed could be broken forever.. don’t do a mess and don’t do a mistake twice..

Posted by: insitemyhead | February 25, 2009

Mimpi, Deja Vu dan Precognition

Mimpi..

Adalah pengalaman disaat tidur. Jenis mimpi bisa berupa :

  • Sebagai Bunga tidur – dimana gambaran yang muncul adalah rekaman peristiwa sehari-hari yang pernah direkam olah otak kita.
  • Bentuk Emosional – tergantung pada kondisi mental kita.. apakah itu dalam kondisi lelah, stress, atau senang. Contoh dalam kondisi stress adalah mimpi yang ga jelas tema dan soundtracknya.. :) atow mimpi buruk yang seolah-olah akan terjadi.
  • Perkembangan Seksual – biasanya banyak dialami oleh remaja.. (ehmmm)

Beberapa pengalaman mimpi yang pernah saya dengar adalah mimpi yang mengandung ‘pesan’ tertentu.. Menurut saya ini lebih cenderung kepada bentuk emosional.. yang kemudian didukung oleh sugesti kita sendiri dan kemampuan intuisi yang dimiliki individu tersebut.

Deja Vu..

Adalah pengalaman seseorang tentang peristiwa atau berada di suatu tempat yang seolah-olah pernah dialami sebelumnya. Deja Vu bukan mimpi atau pun bukan Precognition (penglihatan ke masa depan atau sebelum peristiwa terjadi). Deja Vu bisa disebabkan 2 faktor..

  • Kemiripan tempat atau pengalaman yang membuat memori otak kita merasa pernah mengalaminya.
  • Respon visual dari mata ke otak kita mengalami gangguan. Gangguan ini menyebabkan pengiriman visual dua kali kepada otak dalam waktu yang sangat singkat.. sehingga seolah-olah kita pernah mengalaminya.

Precognition..

Saya tidak terlalu percaya ramalan.. (apalagi ramalan yang jelek :)   Segala sesuatu bisa berubah atau diubah selama kita mau berusaha. Masa depan jelas belum pernah terjadi.. Kalau pun ada orang yang ‘meramal’.. itu hanya sebuah prediksi berdasarkan data saat ini atau waktu yang telah berjalan.. Contoh.. anak kecil yang senang main bola, orang tuanya memprediksikan bahwa suatu saat anak itu akan menjadi pemain bola.. bisa juga dikarenakan ayahnya adalah seorang pemain bola.

Kalau pun prediksi ini benar, itu juga bisa disebabkan oleh sugesti atau kemampuan intuisi yang kuat dari manusia itu sendiri atau usaha yang akhirnya mengarah kepada prediksi tersebut. Sugesti ini bisa bersifat negatif maupun positif..

So.. Be Positive Thinking..

Posted by: insitemyhead | October 13, 2008

Laskar Pelangi

Film ini bisa dikatakan film Indonesia terbaik tahun ini.. dari pemain (terutama pemeran anak-anaknya), lokasi dan cerita yang bisa membuat kita tertawa, terharu dan inspiratif.. beberapa pesan moral yang saya dapatkan diantaranya..

“Jangan pernah berhenti untuk berusaha”

“Jangan meminta sebanyak-banyaknya tapi berilah sebanyak-banyaknya”

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak” (ini agak nasionalis.. :)

Posted by: insitemyhead | October 13, 2008

Tan Malaka

Tan Malaka lahir 2 Juni 1887 di Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat, dengan nama Ibrahim. Setelah menghabiskan sekolah dasar dan menengah di Bukittinggi, Ibrahim kemudian mendapat gelar Datuk Tan Malaka sebagai tanda orang yang dituakan di kaumnya.
Tahun 1912, Tan Malaka yang kemudian hari mendirikan Partai Murba itu kemudian melanjutkan sekolah ke Belanda. Tan Malaka pun dikenang kawan-kawan sekolahnya di Harlem, Belanda, sebagai seorang yang cerdas.
Tahun 1919, Tan Malaka kembali ke Indonesia. Pada awalnya Tan Malaka menjadi guru mengajar tulis menulis di sebuah perkebunan di Deli, Sumatera Utara.

Di perkebunan itulah semangat radikal dan anti kolonialisme Tan Malaka bersemi. Ketimpangan nasib buruh perkebunan yang didominasi warga pribumi dengan tuan tanah yang warga asing menghibakan hatinya.

“Pergilah ia ke Yogyakarta menemui sahabatnya Ki Hadjar Dewantara. Mereka berdua berpikir bagaimana melakukan pendidikan kepada rakyat,” ungkap Ketua Umum Partai Murba Hadidjojo Nitimihardja dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/8/2007).

Berdua Bapak Pendidikan Nasional itu, Tan Malaka membuat semacam proposal sekolah bagi pribumi. Rancangan sekolah itu dikirimkan ke berbagai tokoh-tokoh pribumi termasuk Semaun yang kemudian hari mendirikan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Semaun bilang Tan Malaka untuk pindah ke Semarang saja. Berangkatlah Tan Malaka ke Semarang untuk mendirikan sekolah rakyat bersama Semaun,” kata Hadidjojo.

“Jadi awalnya Tan Malaka itu seorang pendidik, bukan politisi,” imbuh Hadidjojo.
Ketika PKI berkongres 24-25 Desember 1921 di Semarang, Tan Malaka terpilih menjadi pimpinan partai. Sepak terjangnya mulai diperhatikan pemerintah kolonial Belanda saat itu.
Tak butuh waktu lama, Januari 1922, Tan Malaka ditangkap dan dibuang ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Maret tahun yang sama, Tan Malaka diusir ke luar Indonesia.

Mulailah petualangan Tan Malaka dari satu negara ke negara lain. Dari Berlin (Jerman), Moskow (Uni Soviet), Belanda, Shanghai (Cina), Thailand, dan Filipina.

Tan Malaka ditunjuk Komunis Internasional (Komintern) untuk menjadi wakil khusus yang bertugas menjelaskan strategi-taktik Komintern ke berbagai negara termasuk Indonesia. Sebuah jabatan yang bahkan Bapak Revolusi Cina sendiri, Mao Tse Tung, tak pernah mendapatkannya.
Tahun 1925, keluarlah sebuah buku putih revolusi Indonesia yang ditulis Tan Malaka. Judulnya ‘Naar de Republiek Indonesia’ atau ‘Menuju Republik Indonesia.

Dari judulnya saja sudah menunjukkan sikap politik Tan Malaka untuk membebaskan Indonesia dari kolonialisme dan mendirikan sebuah negara republik, negara yang bersendi pada kedaulatan rakyat.

“Kalau anda baca ‘Naar de Republiek’, lalu baca teks Indonesia Raya, anda bisa lihat benang merahnya. Wage Rudolf Supratman terinspirasi dari buku itu saat membuat ‘Indonesia Raya’,” jelas Hadidjojo.
Tahun 1926, pecahlah pemberontakan rakyat Indonesia melawan kolonialisme Belanda di berbagai daerah. Tan Malaka yang sedang berada di luar negeri menilai pemberontakan ini terlalu dini dikobarkan oleh PKI. Mulailah Tan
Malaka pecah dengan PKI.
Tahun 1927, Tan Malaka terang-terangan keluar dari PKI dan mendirikan Partai Republik Indonesia (Pari). Komintern yang sebelumnya sudah gerah dengan Tan Malaka yang lunak terhadap gerakan Islam segera memecat Tan Malaka.

Sejak itu, mulailah Tan Malaka dikejar-kejar bukan hanya oleh pemerintah kolonial Belanda tapi juga oleh mantan sekutunya di Komintern dan PKI. Tan Malaka seakan menjadi revolusioner yang sendirian, bersembunyi dan menyamar sembari terus menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan.
Ketika Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942, barulah Tan Malaka diperkirakan kembali ke Indonesia. Antara tahun 1942 sampai proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 itulah, sembari menyamar, Tan Malaka menyelesaikan magnum opus-nya ‘Madilog’ yang merupakan singkatan dari ‘Materialisme, Dialektika dan Logika’.

Bahkan dikabarkan juga, beberapa tokoh muda yang menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok merupakan orang-orang suruhan Tan Malaka. Soekarno-Hatta diculik ke Rengasdengklok untuk didesak segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Setelah proklamasi, sempat dikabarkan Tan Malaka bertemu dengan beberapa tokoh nasional termasuk Soekarno. Soekarno pun kabarnya sampai kaget bertemu dengan tokoh yang sudah menjadi legenda itu.

Namun proklamasi kemerdekaan itu belum cukup bagi Tan Malaka karena Belanda masih berusaha bercokol di luar Jawa dan Madura melalui jalur-jalur diplomasi. Kabinet saat itu yang dikuasai Sjahrir menerima diplomasi itu.

Tan Malaka bersama Persatuan Perjuangan yang digalangnya kemudian terus bergerilya menuntut kemerdekaan penuh. Bersama beberapa tokoh Persatuan Perjuangan, Tan Malaka dipenjarakan oleh Sjahrir.
Tahun 1948 pecahlah peristiwa Madiun yang menyeret PKI sebagai biang kekacauan. Tan Malaka dilepaskan dan kemudian pada 7 November 1948 mendirikan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba).

Murba kemudian menjalankan Gerpolek (Gerilya Politik dan Ekonomi). Nah, Jenderal Sudirman merupakan salah satu orang yang sepakat melakukan gerilya ini untuk melawan invasi militer Belanda kedua.

Namun, perpecahan di tingkat elit politik membuat Tan Malaka dikejar-kejar bukan hanya oleh Belanda tapi juga oleh militer Indonesia yang pro Sjahrir dan Hatta.
21 Februari 1949, Tan Malaka pun lenyap untuk selamanya di kaki gunung Wilis, Kediri. Tan Malaka tewas dalam kesendirian, tanpa nisan, tanpa kuburan yang layak. Tan Malaka, pejuang yang kesepian..

(kutipan dari Arfi Bambani Amri www.detik.com 15/08/2007)

(re-post : July 7, 2008)

Posted by: insitemyhead | October 13, 2008

Wajib Belajar 9 Tahun

Tanggal 18 Agustus kemarin.. kalo ga salah.. Presiden kita Bpk. Susilo Bambang Yudoyono dikaruniai seorang cucu pertama.. Mudah-mudahan SBY lebih menyadari bahwa dia memimpin bangsa ini adalah untuk cucunya.. pembangunan yang sekarang berjalan adalah bukan untuk digerogoti oleh para pemimpin masa ini.. negara ini kita pinjam dari anak cucu kita.

Mudahan-mudahan upaya untuk menaikan anggaran pendidikan sampai dengan 20% bisa terealisasi untuk menyejahterakan guru, meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi berikutnya dan juga meringankan beban biaya pendidikan bagi para orang tua yang berada dibawah garis kemiskinan.

Akan lebih baik jika program wajib belajar 9 tahun bisa dilaksanakan.

Saya sudah mendengar program ini sejak saya masih duduk di bangku SD.. jaman Orde Lama. Tapi yang terjadi adalah biaya pendidikan yang makin mahal, bangunan sekolah yang rusak, kurangnya tenaga pengajar di pelosok daerah, gaji guru yang sangat kecil, dan tidak diimbangi dengan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di negara lain. Warga negara yang tidak mampu menyekolahkan anaknya pun seperti menjadi tidak wajib sekolah.

Sedikit saja tentang opini kualitas pendidikan di Indonesia.
Jika saya perhatikan, banyak generasi kita yang mampu bersaing di dunia dunia pendidikan di luar negeri.. Bukan hanya siswa berprestasi saja akan tetapi siswa yang berasal dari kalangan sangat mampu pun bisa bersaing di sekolah – sekolah di luar negeri. Namun sangat sedikit sekolah kita yang diakui kualitasnya oleh negara di luar
sana. Tak jarang, kita harus mengikuti ujian atau program penyesuaian dengan sekolah tersebut. Nama Universitas seperti ITB, Unpar dan UGM mungkin masih bisa terdengar di luar sana.. beberapa minggu lalu, Fakultas Kedokteran Unpad mengatakan bahwa ada siswa dari luar yang mulai tertarik untuk belajar di Unpad.. ini suatu kemajuan. Ukuran kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya melihat perbandingan dengan negara lain tapi juga dilihat dari hubungannya dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha di Indonesia.. Banyak sarjana, banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja, tapi banyak pula lulusan yang menjadi pengangguran, sangat banyak pula lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.

Hmm.. kita kembali ke Wajib Belajar 9 Tahun.

Akan lebih bagus jika program ini diberlakukan juga bagi warga negara yang cacat fisik. Seharusnya.. wajib belajar 9 tahun ini memiliki pengertian kurang lebih seperti ini:

  1. Sembilan tahun adalah lamanya pendidikan dasar.. bukan umur anak usia 1-9 tahun yang wajib belajar. Jadi.. warga negara yang belum pernah merasakan pendidikan dasar, adalah wajib untuk duduk dibangku sekolah. Contohnya mungkin.. kejar Paket A atau B..
  2. Bagaimana jika ada warga negara yang tidak memiliki biaya untuk sekolah? Karena sifatnya wajib, maka Program Pendidikan 9 Tahun ini harus GRATIS.
  3. Jika gratis, maka tidak ada alasan untuk para orang tua menyuruh anak-anaknya bekerja pada jam sekolah atau ada anak yang mangkir dari jam sekolah. Jika ditemukan kasus ini, yang bersangkutan (orang tua dan anak) harus dihukum. Jika perlu, bisa diberlakukan kartu belajar yang mencantumkan jam sekolah agar pihak kepolisian atau pendidikan bisa melakukan pemeriksaan di tempat-tempat umum.. ini khusus tingkat SD – SMA.. :)

Perusahaan wajib menyediakan sarana untuk pelatihan atau magang bagi dunia pendidikan.. jumlahnya bisa berdasarkan persentase besar – kecilnya perusahaan tersebut. Perusahaan besar wajib menyediakan posisi pekerjaan bagi orang-orang yang cacat fisik.

Penyediaan buku dan seragam.. Perpustakaan Umum atau Daerah akan sangat membantu penyediaan bahan pendidikan.. Seragam.. masih layak untuk diberlakukan dengan alasan untuk mengurangi perbedaan si kaya dan si miskin.. Penyediaannya relatif mudah, karena bisa menggunakan pakaian bekas atau sumbangan – sumbangan..

Dana Program Wajib Belajar 9 Tahun..

  1. Sebagian besar adalah dari pajak.. Saya lebih setuju untuk menaikan pajak rokok 100-200%.. karena tidak berpengaruh terlalu besar terhadap harga sembako bagi rakyat tidak mampu.. kalau dia miskin.. dia tidak bisa merokok.. dan tidak merokok tidak akan membuat mereka sengsara dan sakit.
  2. Kalangan pengusaha besar atau kecil pun bisa berperan sebagai donatur.. terutama untuk dana penelitian Ilmu Pengetahuan dan pengembangan Sumber Daya Alam dan Energi.
  3. Jika perusahaan besar menolak menerima posisi pekerjaan bagi orang cacat, maka perusahaan tersebut diharuskan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk dunia pendidikan.

Negara ini memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.. jumlah kekayaan alam yang sangat besar.. Jika hal ini diimbangi dengan kualitas SDM yang tinggi dan itu dilakukan mulai sekarang.. saya yakin, kita hanya butuh waktu 20 tahun lagi untuk mulai bersaing dengan Jepang.

By. freeMan (Photo : Ki Hajar Dewantoro – Bapak Pendidikan Indonesia)

(re-post : August 18, 2008)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

Rainbows

Rainbows would never be rainbows
If sunshine had never met rain
No one would ever need comfort
If there was no sadness and pain
But life holds both sunshine and showers
The days aren’t all bright and fair
So look through the showers for the rainbows
You’ll always find hope shining there..

(Source : Unknown)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

GOD

This could be tough..
I believe in GOD but if I have to choose between Religion and Science, I choose science.
Why..? Because if you are race in religion, you will need science to reveal the mystery of GOD. If you in race in science, you will find how Great the GOD is.

I heard many times that human being is blaming the GOD for everything happened. A disaster as a trial from GOD, a bad luck, a sickness.. GOD is has nothing to do with those things.

Humanspaceuniversecosmos
So.. is GOD playing with us..? Nop.
GOD is giving us everything to manage. GOD has create all things in the universe to explore.. not to exploit and destroy. How about a disaster..? Its our task to learn the nature.. It is our responsibility to keep the balance of our nature.

How about a computer, a nuclear or a space shuttle..? Is it made by GOD? Nop. Its made by human.. with a resources from GOD off course.. and one thing.. the Brain.

GOD has all science to reveal and its neutral. For examples, a man has discover a knife. The other man is using the knife for a chef purpose. At the other hand, another man is using a knife to kill someone.. Is GOD guilty? Is the knife bad invention? I guess not. The murderer is guilty and the knife still neutral.

If GOD has nothing to do with those things.. why should we pray..?
We pray not only in bad times, but we pray to thanks GOD for everything.
The most valuable thing and the thing which can prove how Generous GOD is.. an Oxygen that we breath. GOD give an O2 to everyone.. no matter a bad guy or a nice guy, a priest or a Haj, a rich man or poor man, a chinesse or american.. and its free of charge..

(re-post : July 5, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

It’s All About the Money

We can not ignore the rapid growth of our economic culture. We need things to buy, family to take care of.. we need entertainment to heal stress.. and we need education.. We need money indeed.

Money_blinds_you_350
Some might say.. money is the root of evil.. or.. we don’t need money coz we would die soon and the money will gone..
If you are really sure that you don’t need money, why do you go to school and go to work..? If you don’t need money, just stay at home and die in misery..
Be realistic.. we need money to survive..  we need money for our  beloved family.

Things we must put attention to it are:

  1. The way we get the money and,
  2. The way we spend the money

Money has a power. You should control it and let money work for you or it will ruled you and fight against you.

(re-post : July 5, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

White Lies

Pada dasarnya, kita bukan pembohong.. tapi kita berbohong.
Ga jarang kita harus memilih antara Bijaksana dan Jujur.
Bijak kadang memaksa kita berbohong, Jujur kadang menyakitkan.

83846428_ff99524903
Contoh:
Kita punya temen yang kurang PeDe karena badannya gemuk.. dia bertanya kepada kita.. “aduuhh.. gimana dong… baju aku ga ada yang cocok ama badan aku nih.. aku keliatan jelek..”
Pilihan pertama, kita ‘Bijak’, “Ah, ngga ko.. kamu bagus pake baju
itu.. lagian kamu ga gendut-gendut amat..” ucapan kita membuat temen
kita jadi lebih percaya diri.. dan dia senang.
Pilihan kedua.. “Elu sih.. badan ga dijaga.. olah raga dong..”
Ucapan yang ini, membuat (sedikitnya) sakit hati dan memberikan dampak
psikologis yg negatif untuk temen kita.. dan ga mustahil, kita akan
kehilangan teman kita karena ‘kejujuran’ yang sudah kita utarakan tadi..

Dalam berbisnis, kita pun berbohong..
Jika kita malu ketahuan berbuat salah, kita pun berdalih.. (bohong lagi)

Bohong dalam batasan tertentu mungkin bisa diterima.. tapi jangan
sampai jadi kebiasaan, karena dari hal yang kecil, akan tumbuh jadi
besar, dan akhirnya kita jadi pembohong..

inspired by. Liar Liar the Movie and The Shameless Liar’s Guide

(re-post : July 3, 2007)

Posted by: insitemyhead | October 11, 2008

Time Management

Dalam aktivitas sehari hari, kita sering mendengar “Saya tidak punya waktu” atau “Saya tidak bisa mengatur waktu”. Sebenernya, waktu itu sendiri tidak perlu diatur karena waktu sudah teratur setiap detik dan waktu tidak pernah berhenti atau berhitung mundur.

Yang harus diatur adalah aktivitas kita.

Timematrix1_1Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul First Things First, membagi aktivitas kedalam 4 kuadran yang terdiri dari aktivitas : penting, tidak penting, mendesak dan tidak mendesak.

Kuadran 1 – Penting dan mendesak
Kuadran 2 – Penting tapi tidak mendesak
Kuadran 3 – Tidak penting dan tidak mendesak
Kuadran 4 – Tidak penting tapi mendesak

Sifat kuadran 1 adalah aktivitas yang tidak bisa ditunda dan harus dikerjakan pada saat itu juga. Sedangkan kuadran 2 adalah aktivitas yang bersifat jangka panjang dan merupakan kuadran terbaik. Kuadran 3 dan 4 adalah kuadran yang lebih banyak membuang waktu.

Timematrixresult1_3


Penempatan aktivitas pada kuadran-kuadran tersebut akan menentukan efektivitas dan efisiensi waktu yang telah kita gunakan. Dengan memaksimalkan kuadran 2 maka kuadran 1 akan berkurang (kecuali bencana dan musibah) dan dapat mengurangi tingkat stress yang disebabkan aktivitas pada kuadran 1. Kuadran 2 dapat maksimal apabila aktivitas pada kuadran 4 dikurangi dan aktivitas pada kuadran 3 dihilangkan.


sumber : First Things First by. Steven R. Corvey

Note     : Klik pada image untuk gambar yang lebih jelas

(re-post : June 28, 2007)

« Newer Posts - Older Posts »

Categories