Why IPDN?

April 21, 2007 by insitemyhead

IPDN kembali menelan korban..
Meninggalnya Praja Wahyu Hidayat di tahun 2003 lalu ternyata tidak mampu dijadikan pelajaran oleh IPDN.. Cliff Muntu menjadi korban berikutnya.

Tindakan kekerasan di dalam kampus ini ternyata masih terjadi. Pemerintah memberikan opsi kepada IPDN apakah IPDN akan dijadikan Sekolah Militer atau Sekolah Publik. Menurut saya, bukan itu inti masalahnya.

Kekerasan yang terjadi adalah semacam “Chain Reaction” yang turun temurun antar angkatan. Angkatan pertama mengalami ‘penyiksaan’ fisik dan kemudian membalasnya pada angkatan baru dan seterusnya.. Ini semacam balas dendam. Kita disakiti, dan kita balas menyakiti.. tidak peduli siapa orangnya, yang jelas, kita harus balas.. pemikiran semacam itu yang pernah saya tangkap semasa sekolah dulu.. dan ini tidak akan berujung.

Kekerasan dalam pendidikan sudah tidak sesuai dengan Jaman, apalagi bila kekerasan itu dilakukan terhadap anak kecil (Child Abuse) yang akan berdampak psikologis yang tidak baik. Bahkan dalam pendidikan militer pun tidak ada hukuman yang berupa kekerasan fisik yang berbentuk penganiayaan.. yang ada adalah hukuman fisik berupa pekerjaan kasar dan olah raga (push up, sit up, lari)

36e2aec8a297409bd3e6d3662813ae6c IPDN melakukan penganiayaan. Saya menyebutnya demikian karena pukulan dan tendangan dilakukan sekuat tenaga dengan titik sasaran yang berbahaya dan dengan teknik yang bisa mematikan secara berulang ulang. Sang korban pun ‘dilarang’ melawan.. Ini tindakan pengecut. Contoh kualitas mental yang sangat rendah yang bersifat menghancurkan untuk memuaskan nafsu.. sama sekali tidak ada hubungannya dengan tujuan untuk mencari ilmu.. metoda Pendidikan yang aneh..

Kita mungkin dulu ingat permainan tradisional semasa kita kecil dulu.. namanya “Injit injit Semut”. Permainan ini sangat sederhana dimana tangan kita dicubit oleh tangan teman kita secara bergantian sambil menyanyikan lagu Injit injit Semut (saya tidak perlu menyanyikannya karena tak akan terdengar dan saya tidak suka nyanyi.. :) Dalam permainan ini mengandung pesan bahwa bila kita disakiti orang, kita tentunya akan merasa sakit.. dan bila kita tau dicubit itu sakit, maka kita jangan mencubit orang lain..

Tindakan kekerasan dan penganiayaan bukan hanya terjadi dalam kampus IPDN saja, tapi mungkin juga terjadi dalam kampus lainnya, dalam Rumah Tangga dan dalam masyarakat (pengeroyokan) Sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan UU yang mengatur hal-hal tersebut yang disertai dengan hukum yang sangat berat.

Sedikit kutipan dari buku-nya Donald Trump (aku lupa judulnya)
“Balas dendam adalah tidak logis. Hasil akhir dari mata dibalas mata, gigi dibalas gigi adalah dua orang yang buta dan ompong”

Selingkuh

April 21, 2007 by insitemyhead

Dalam hubungan antar manusia, setiap pasangan (terutama yang berstatus “in a relationship” atau “married”)  tentunya ingin  hubungan tersebut bersifat  Monogamy. Banyak pasangan Monogamy yang menganggap selingkuh sebagai hal yang melanggar batas hubungan yang sedang mereka jalani atau juga melanggar janji.

Dalam bahasa inggris, selingkuh adalah cheating, yang kurang lebih artinya adalah berbohong, menipu atau mengambil keuntungan dari ketidaktahuan orang lain dan melanggar hukum/janji.

Bila kita memang sedang menjalani hubungan dengan seseorang yang bersifat mengikat (pacaran atau menikah) dan tiba-tiba kita menyukai atau tertarik dengan orang lain sehingga kita secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan yang bisa dibilang “flirting” atau melakukan interaksi yang bersifat intim, romantis baik dalam bentuk percakapan ataupun bahasa tubuh, itu bisa disebut sebagai selingkuh.

Banyak orang bilang, “selingkuh itu indah..” atau mereka tidak mau mengakui (tidak menyadari) bahwa dia sedang selingkuh dengan berbagai dalih “kita cuma temenan ko..” “kita kan udah mati rasa” “kita cuma suka ama suka” “kita biasa bilang sayang.. ga pake rasa” “kita saling menyayangi ko..” (kira-kira sebagian besar seperti itu, lah..)

Kalau kita sudah ke arah flirting padahal kita tidak berstatus “single”, uuhhh.. sepertinya itu mengarah kepada selingkuh.. dan itu tidak bagus.. flirting = selingkuh, ga peduli apapun dalihnya.

Bagaimana mungkin kita bisa bilang kalau kita sayang pada pasangan yang sudah percaya dan peduli sama kita sedangkan kita melakukan flirting di belakang pasangan kita, berbohong dan pada akhirnya menyakiti pasangan kita (bila ketauan tentunya..) dan berdalih, “kita cuma temenan, ko..” come on, Guys.. be realistic!

Cheat_edit Flirting adalah tanda-tanda selingkuh.. selingkuh berarti kita tidak menghormati pasangan kita. Mungkin kita perlu berpikir, apakah kita menyayangi pasangan kita, atau ada kekurangan pada pasangan kita yang tidak bisa kita terima atau kita hanya ’suka’ pada pasangan kita..

Mungkin akan terdengar ‘tega’ bila kita mengatakan langsung pada pasangan kita bahwa kamu sudah tidak sayang lagi atau kamu sedang ‘jatuh cinta’ lagi dan hubungan tidak bisa dilanjutkan.. Tentunya ini sedikit aneh.. dan ada resikonya.. jelas.. tapi setidaknya tidak ada perasaan yang ‘dipaksakan’ untuk terus berlanjut, karena menurut sobat saya (yang tanggal 31 Maret kemarin baru menikah.. :) bilang, “cinta tidak bisa dipaksakan” Lagi pula, bila kita dibohongi, tentunya akan lebih menyakitkan..

Berciuman, percakapan romantis (dengan kata ’sayang’) dalam bentuk apapun dan bahasa tubuh lainnya yang bersifat intim adalah FLIRTING dan FLIRTING = SELINGKUH.

I am Who I am

April 21, 2007 by insitemyhead

I believe that we have already know bout priority.. or let me say, the scale of priority. Simple but not easy to take though. Just like Indonesian people said ‘ a theory’.
In the last couple of years, I’ve already know bout my weaknesses being standing between two purposes.. everybody learn I guess.. and I don’t wanna feel that I do all things in perfect.. I’m just trying.
I try to keep two things in controlled.. so I need another ‘theory’.. time.
We are ussually have a purpose or purposes.. something we want, we need and we planed.
Suddenly it come out from no where that we have to choose, change or reverse our directions.. I don’t say we have to letting go one of them but I prefer to called it.. ‘a delay’.. (I was call it a sacrifice.. but we do it all day don’t we?)
Finally, our mind has been devided into 4 sections (based on time definitions) which are; Important and Urgent, Important but not urgent, Urgent but not Important and finally the worst.. Not Important and not Urgent. (I will not explain it now, not yet..)
Well.. when this situation force us to choose, I use those indications but it doesn’t make it easier to define though..
Each time we solving a problems, we’ll learn..
Life is a gamble.. we do not know what will come over us next exactly.. we just make a calculations or analysis for the future and then make a decision.. predictions but still gambled in results.
I don’t know about you but it seems that I always face this ‘funny’ situation.. like devided into pieces..
I had to choose a thing and then delay for the other thing.. most of them became too late.. fade out and slowly dissapear.. sometimes as a punishment as an unresponsible attitude.. I learned to accept. My fault and my mistake. For every decision you’ve made would caused a side effect.. and it will come against you and sometimes haunted you each day.. I was too much to deny my own life and priority. I learned to be brave. Some might need to fixed and some might be to be forget.. we’ll have to be patience while this happened (but patience has a limitation)
Once a decision being made, just assume.. there is not turning back.. time ticking and you have to move on. It is imposible to make a time machine.. and if it is.. it will change nothing.
We always have a choice.. we have to make a decision.. we don’t need time to do this.. we need a brain. If we have to face a similar conditions, choose for your own life is a wise answer.

Televisi

April 21, 2007 by insitemyhead

Televisi (TV) sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat kita. Banyak informasi dan hiburan yang bisa didapatkan melalui media audio visual ini.
Makin maraknya TV Swasta membuat masyarakat semakin dimanjakan dengan berbagai program yang ditayangkan baik dari dalam maupun luar negeri.
Namun sangat disayangkan bahwa perkembangan dunia pertelevisian Indonesia tidak diimbangi dengan perkembangan kualitas tayangan yang disuguhkan oleh TV swasta. Program acara ditentukan dengan tingkat rating pemirsa tanpa melihat dampak yang mungkin muncul untuk masyarakat sendiri. Program-program tayang seperti; mistis, kriminal, sinetron, gosip dan acara-acara yang berisikan kekerasan sempat menjamur dan menjadi konsumsi favorit pemirsanya, bahkan menurut saya diantaranya adalah tayangan yang bersifat ‘pembodohan’.
Penempatan jam tayang serta pemasangan simbol “17+; BO” dan lain sebagainya tidak membantu banyak untuk mengurangi dampak acara tersebut untuk dikonsumsi orang yang belum dewasa, mengingat sebagian besar masyarakat kita  mampu memiliki TV lebih dari satu dan setiap anggota keluarga memiliki TV sendiri di kamarnya.

Image_1 Menurut pengalaman saya pribadi, bila kita menyaksikan suatu tayangan, apalagi dilengkapi dengan teknologi visual efek yang canggih yang membuat tayangan tersebut seolah-olah nyata, kita seperti terhipnotis oleh tayangan tersebut. Kita seperti berada di antara kenyataan dan hayalan ketika tayangan tersebut selesai. Tak jarang gambar-gambar dan adegan-adegan tersebut muncul kembali dalam ingatan kita ketika kita sedang melakukan aktifitas. Tayangan TV sepertinya dapat berpengaruh besar terhadap memori otak kita. Seperti virus, mungkin.
Oleh karena itu, program acara yang sekiranya bisa menimbulkan dampak negatif bagi pemirsa, terutama anak anak, sebaiknya dikurangi atau bahkan dihilangkan. Saya yakin, TV swasta tidak akan kehilangan pendapatannya karena menurut saya masih banyak banyak acara-acara yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat kita.
Mungkin saya naif, tapi saya sendiri lebih menyukai acara yang berisikan perkembangan science dan teknologi dan menyadari bahwa negara kita sudah sangat tertinggal hampir di segala bidang.
Ada sebuah tips menarik yang saya dapat dari seorang sobat.. Di dalam satu keluarga, sebaiknya hanya ada satu TV saja karena TV bisa menjadi sebuah alat pemersatu keluarga :)

Dampak dan pengaruh TV bagi anak-anak bisa dibaca disini:
tuberose

Kenapa Harus Poligami?

April 21, 2007 by insitemyhead

 

Poligami adalah pernikahan kepada lebih dari satu suami atau isteri sekaligus.Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahaan kelompok (group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namun poligini merupakan bentuk yang paling umum terjadi.

Keterbukaan Aa Gym bahwa dirinya memilih Poligami sangat disayangkan. Mengingat beliau adalah seorang tokoh besar Islam di Indonesia saat ini. Seorang pemimpin yang menjadi contoh bagi umatnya. Ini tugas terberat seorang pemimpin, dimana semua ucapan dan nasehat harus selalu sejalan dengan apa yang dilakukannya. Tidak jarang seorang pemimpin harus menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan atau kesenangan pribadinya. Pol_1

Terlepas dari sejarah Rasulullah yang juga memiliki empat orang isteri, saya pribadi tidak setuju akan Poligami baik yang telah dilakukan oleh Aa Gym maupun (maaf) Rasulullah, walaupun kondisi sang suami memiliki harta yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan banyak isterinya.

Saya coba memandang dari segi “take and give”.. Bila suami boleh beristerikan lebih dari satu, bagaimana perasaan suami bila isterinya beristrikan lebih dari satu pula? Bagaimana perasaan anak kita? Perbandingan 1:4 antara laki laki dan wanita pun tidak bisa dijadikan alasan untuk ber Poligami. Lagi pula, untuk kondisi Indonesia, hal pernikahan dan perceraian sepertinya dianggap hal yang biasa, khususnya perceraian yang dianggap sepele.. cerai dan cari gantinya, tanpa ada kompensasi yang tegas bagi suami terhadap mantan isteri dan anak-anaknya.

Sebaiknya kita mensyukuri atas apa yang sudah kita dapatkan karena “Pekarangan tetangga TIDAK lebih hijau dari pekarangan kita”.

Mudah mudahan, tindakan Aa Gym ini tidak dianggap sebagai “pembolehan” bagi para suami untuk beristerikan lebih dari satu. Sebaiknya Aa Gym hanya memilih satu isteri saja dan mudah-mudahan saya pun tidak tergoda untuk ber Poligami. Amieenn..

(reposted on Dec 5, 2006)

Harrowdown Hill

April 21, 2007 by insitemyhead

Harrowdown Hill By. Radiohead

Don’t walk the plank like I did
You will be dispensed with
When you’ve become inconvenient
Up on harrowdown hill
Where we used to go to school
That’s where I am
That’s where I’m lying down

Did I fall or was I pushed?
Did I fall or was I pushed?
And where’s the blood?
And where’s the blood?

I’m coming home
I’m coming home
To make it all right
So dry your eyes

We think the same things at the same time
We just cant do anything about it

So don’t ask me
Ask the ministry
Don’t ask me
Ask the ministry

We think the same things at the same time
There are so many of us
So you can’t count

We think the same things at the same time
There are too many of us
So you can’t count

Can you see me when I’m running?
Can you see me when I’m running?
Away from them

I can’t take their pressure
No one cares if you live or die
They just want me gone
They want me gone

I’m coming home
I’m coming home
To make it all right
So dry your eyes

We think the same things at the same time
We just cant do anything about it

We think the same things at the same time
There are too many of us
So you can’t count

It was a slippery slippery slippery slope
It was a slippery slippery slippery slope
I feel me slipping in and out of consciousness
I feel me slipping in and out of consciousness

Insomnia

April 21, 2007 by insitemyhead

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur nyenyak yang biasa dialami hampir semua orang. Orang menderita insomnia mengalami kesulitan untuk tidur, sering terbangun sepanjang malam atau bangun terlalu cepat sebelum pagi. Efeknya adalah, mudah lelah, cepat marah, kurangnya daya ingat, kurang pruduktif dan tidak dapat menikmati kesenangan dalam keluarga atau lingkungan sosial.

Insomnia yang bersifat sementara bisa berlangsung selama sehari, dua minggu atau beberapa minggu. Hal ini bisa disebabkan oleh

  • Stress yang biasanya dialami oleh orang dewasa, baik strass fisik maupum stress mental
  • Penyakit, rasa sakit atau rasa tidak nyaman
  • Gangguan disaat tidur seperti, suara berisik, penerangan (lampu) atau tidur ditempat yang berbeda
  • Perubahan bioritme tubuh seperti ‘jet lag’ (perubahan akibat perbedaan waktu dan tempat)
  • Jam kerja yang terlalu larut.

Insomnia sementara ini bisa sembuh kurang dari sebulan. Tapi ketika insomnia berlangsung, sebaiknya berhati hati disaat melakukan pekerjaan terutama ketika berkendaraan. Insomnia ini juga bisa menjadi bertambah parah menjadi insomnia yang kronis.

Insomnia kronis disebabkan oleh :

  • Kondisi mental / emosional seperti depresi, gelisah atau stress.
  • Jadual tidur yang buruk, kebiasaan nonton TV di tempat tidur atau ketakutan yang berlebihan untuk tidur.
  • Penyakit yang menyebabkan gangguan pernapasan (sleep apnea), jantung, hormon, pencernaan atau penyakit kronis
  • Caffein, rokok atau alkohol yang berlebihan
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Obat-obatan terlarang
  • Tidur tidak teratur

Indikasi insomnia bisa bermacam-macam seperti, sering terbangun di waktu malam dan sulit untuk kembali tidur, bangun terlalu cepat dari yang direncanakan yang menyebabkan kita tidak merasa segar di pagi hari dan cepat lelah.

Insomnia bukan penyakit karena tidak dapat terdiagnosa secara medis. pemeriksaan darah mungkinbisa berguna untuk mengetahui kondisi hormon si penderita atau melihat efek dari penggunaan obat yang kita konsumsi. Dokter mungkin akan menanyakan pola hidup kita, pola tidur kita termasuk bagaimana kita tidur, berapa lama kita tidur dan kebiasaan kita sebelum tidur. Bila gejala-gejala tersebut mengarah kepada mental, maka kita akan ditangani oleh dokter yang ahli di bidang Psikologi.

Insomnia bisa diatasi dengan cara melihat catatan penyakit yang pernah/sedang diderita, mengubah pola hidup kita, sedapat mungkin hindari tidur siang. Selain itu, obat medis dapat membantu penyembuhan insomnia. Obat ini bisa dikonsumsi untuk jangka pendek. Bila insomnia masih berlangsung, terapi jangka panjang adalah pilihan lainnya.

Siapa pun bisa mengalami insomnia. Satu dari 5 anak-anak mengalami insomnia. Untuk orang dewasa, hal ini akan semakin sering dijumpai karena semakin umer bertambah, jam tidur akan semakin berkurang.

Mudah-mudahan kita bisa memerhatikan pola hidup dan aktivitas kita menjadi lebih sehat dan bermanfaat.

sumber : http://health.yahoo.com/topic/sleep/overview/article/healthwise/uh1002

Anak

April 21, 2007 by insitemyhead

Lalu seorang Ibu dengan bayi dalam dekapan datang mengajukan sebuah pertanyaan:
Bicaralah pada kami tentang anak keturunan.
Maka jawabnya:
Anakmu bukan milikmu. Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, mereka ada padamu, tapi bukan hakmu. Berikan mereka kasih-sayangmu, heart tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah raganya, tapi tidak untuk jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam impian. Kau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, pun tidak tenggelam di masa lampau. Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian, Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya, Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat. Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

Kahlil Gibran

How can the human race survive the next hundred years?

April 21, 2007 by insitemyhead

How can the human race survive the next hundred years? Following Hawking’s question several weeks ago at Yahoo Answers Team, I decided to write my opinion and as a resume from other Blogs as well.

Basicly, I believe that human race will survive somehow. I keep my faith because of human being can be adopt well with almost changes on earth. We are searching for cure of unknown viruses, establishing a new technological advantages and keep on eye on Mars as an alternate place for living. The great influence which can make the human race will survive is its brain.

I agree in one of Blogger’s opinion that maybe that was a tricky question from Hawking. The right question should be “How can human race not survive the next hunderd years” Its a similar but I think it will change our perspective. If we know how can make human race extinc, we probably could figure out before those things happend, such as: Global warming on North Pole, bio technological development which may causes a threat for all living creatures, the world’s social political issues which may trigger a nuclear war, developing a new weapon or fuel called imaginer element, a meteor showers could be the next threat to overcome (but I believe they don’t bring Superman from a Krypton as an earth savior) or Alien expansion which makes science fiction movies come true (although I believe their existance somewhere out there in the universe).

We can not predict what will happened next exactly, but we can learn from the past to face many posibilities in the future in the present. Our religion has warn us about a Doomsday will come. In this case, will also trying not to involve a certain religion, but I think this is our task to figure out “how” by using our brain and science. And just remember, we are not own the earth ourself but we borrow it from our children (Civilization IV)

Kasihan Bangsa

April 21, 2007 by insitemyhead

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian
yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak ia panen, dan
meminum anggur yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu
sebagai pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam
mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah kepadanya ketika bangun

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di
reruntuhan, dan tidak memeberontak kecuali ketika lehernya sudah diantara
pedang dan landasan

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal
dan tukang tipu.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
dengan terompet kehormatan namun
melepasnya dengan cacian, hanya untuk
menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu dan orang orang kuatnya masih dalam gendongan

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan
masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

(Kahlil Gibran)