Posted by: insitemyhead | November 22, 2009

2012 (movie review)

2012.. sudah menghasilkan antrian sangat panjang.. membuka hampir semua studio Cineplex.. dan menuai kontroversi dikalangan ilmuwan, sejarawan dan agamais..

Keinginan untuk nonton yang awalnya hanya sebuah hiburan menjadi sebuah rasa penasaran akan isu-isu yang beredar.. menunggu dengan berbagai rencana, strategi dan janji yang selalu gagal.. akhirnya, dengan bermodalkan iseng dan rasa ngantuk, sambil menikmati hot green tea starbuck, saya berhasil mendapatkan tiket jam 00.30 dan tempat yang nyaman pula.. usaha untuk menghubungi teman yang ingin nonton pun gagal.. sepertinya saya telah ditakdirkan untuk nonton sendiri.. ya sudahlah.. lagi pula siapa yang mau nonton jam 00.30?

Beberapa isu yang cukup bikin saya penasaran diantaranya..

  1. 2012 adalah sebuah kiamat
  2. Adegan kehancuran Ka’bah
  3. Kemampuan manusia untuk menentukan tanggal pasti kiamat
  4. Menggoyahkan keimanan seseorang

So.. ternyata semua tidak terbukti.. isu yang bagus untuk menaikan rating sebuah film..

Ini review saya..

2012 sebuah kiamat..

Kiamat ada 2 macam.. kiamat Sughro dan Kubro. Kiamat Sughro adalah kiamat kecil.. seperti bencana alam dan kerusuhan atau chaos.. Kiamat Kubro adalah kiamat besar yang merupakan kehancuran alam semesta ketika Malaikat Isrofil meniup sangkakala..

2012 adalah sebuah kiamat kecil.. bukan kiamat yang menghancurkan alam semesta.. artinya, manusia di film tersebut gagal memprediksikan akhir jaman, karena memang kiamat adalah rahasia Allah.

Kehancuran Ka’bah..

Saya tidak melihat kehancuran Ka’bah.. hanya diperlihatkan kaum muslim yang bedoa mengelilingi Ka’bah.. mungkin sudah di edit atau memang hanya isu atau mata saya terpejam lebih dari 5 menit.. saya hanya melihat Vatikan yang hancur.. Tapi kalo memang sebuah kiamat Kubro, menurut saya Ka’bah pun akan hancur..

Kemampuan manusia untuk menentukan tanggal pasti kiamat..

Walaupun dalam sebuah dialog dinyatakan bahwa.. “the world and life we know will end..” – Tidak semuanya mati dan bumi masih tetap ada.. planet lain dan matahari pun baik baik saja.. they are wrong.. (yah.. namanya juga film..)

Menggoyahkan keimanan seseorang..

Sewaktu saya kecil, ibu saya membelikan buku yang berjudul “Hukum Karma”. Buku itu menceritakan tentang dua orang tokoh baik dan jahat yaitu Soleh dan Karma dengan segala amal ibadahnya di dunia.. Dalam buku itu pun diperlihatkan bagaimana penyiksaan yang diterima oleh Karma dan orang-orang jahat lainnya dengan gambar yang vulgar dan mengerikan.. Sampai sekarang otak saya masih merekam gambar menakutkan itu.. saya yakin kakak saya pun masih mengingatnya..

Film 2012 memiliki visual effect yang bagus.. semua terlihat nyata.. saya pikir, banyak orang yang takut akan kiamat dan akan berusaha untuk menambah amal ibadahnya.. Sebuah doktrin atau pencucian otak yang bagus kan?

2012 hanya sebuah film disaster seperti Armagedon, Deep Imapact, The Day After Tomorrow, Impact, Twister atau film lainnya.. yang membedakan disini adalah 2012 memakan korban paling besar..

Bagaimanapun juga, bumi sedang mengalami perubahan.. perubahan ini dipengaruhi oleh inti bumi, matahari, bulan dan benda planet lainnya.. termasuk manusia itu sendiri.. dalam hal ini saya masih tetap berpihak kepada ilmu pengetahuan karena hal-hal tersebut adalah logis dan menarik..

Manusia akan tetap dan harus mempelajari bumi dan alam semesta ini untuk menjaga kelangsungan hidup manusia termasuk antisipasi bencana alam.. Kecuali jika Allah sudah mengatakan, “Malaikat Isrofil.. mainkan!” Maka terjadilah Kiamat Kubro.. Yu mareeee.. :p

Posted by: insitemyhead | October 9, 2009

Salah Kaprah Paten Budaya (kutipan)

Jumat, 9 Oktober 2009 | 03:44 WIB

Oleh Arif Havas Oegroseno

Tajuk Rencana Kompas (3/10) berjudul ”Batik Milik Dunia” berisi: ”Untuk menghindarkan klaim negara lain terhadap produk budaya nasional, Indonesia perlu segera mematenkannya di lembaga internasional”. Pernyataan ini sangat mengejutkan, paling tidak karena tiga perkara.

Pertama, paten adalah perlindungan hukum untuk teknologi atau proses teknologi, bukan untuk seni budaya seperti batik. Kedua, tak ada lembaga internasional yang menerima pendaftaran cipta atau paten dan menjadi polisi dunia di bidang hak kekayaan intelektual (HKI). Ketiga, media terus saja mengulangi kesalahan pemahaman HKI yang mendasar bahwa seolah-olah seni budaya dapat dipatenkan.

Dalam urusan HKI, ada sejumlah hak yang dilindungi, seperti hak cipta dan paten dengan peruntukan yang berbeda. Hak cipta adalah perlindungan untuk ciptaan di bidang seni budaya dan ilmu pengetahuan, seperti lagu, tari, batik, dan program komputer. Sementara hak paten adalah perlindungan untuk penemuan (invention) di bidang teknologi atau proses teknologi. Ini prinsip hukum di tingkat nasional dan internasional. Paten tidak ada urusannya dengan seni budaya.

Jadi, pernyataan ”perlu mematenkan seni budaya” adalah distorsi stadium tinggi. Penularan distorsi pemahaman oleh media ini menjalar lebih cepat daripada flu burung. Tidak kurang dari Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa produk budaya dan seni warisan leluhur idealnya dipatenkan secara internasional (Antara, 25/8/2009) atau Gubernur Banten yang akan mematenkan debus (Antara, 28/8/2009).

Distorsi ini sangat berbahaya karena memberikan pengetahuan yang salah kepada publik secara terus-menerus, akibatnya kita terlihat sebagai bangsa aneh karena di satu sisi marah-marah karena merasa seni budayanya diklaim orang lain, tetapi di sisi lain tak paham hal-hal mendasar tentang hak cipta dan paten.

Salah kaprah lain adalah keinginan gegap gempita untuk mendaftarkan warisan seni budaya untuk memperoleh hak cipta. Para gubernur, wali kota, dan bupati berlomba-lomba membuat pernyataan di media bahwa terdapat sekian ribu seni budaya yang siap didaftarkan untuk mendapat hak cipta. Tampaknya tak disadari bahwa dalam sistem perlindungan hak cipta, pendaftaran tidaklah wajib. Apabila didaftarkan, akan muncul konsekuensi berupa habisnya masa berlaku hak cipta, yakni 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Jadi, seruan agar tari Pendet didaftarkan adalah berbahaya karena 50 tahun setelah pencipta tari Pendet meninggal dunia, hak ciptanya hilang dan tari Pendet dapat diklaim siapa saja.

Kita harus hati-hati menggunakan kata klaim apabila terkait urusan sebaran budaya. Adanya budaya Indonesia di negara lain tidak berarti negara itu secara langsung melakukan klaim atas budaya Indonesia. Karena apabila ini kerangka berpikir kita, kita harus siap-siap dengan tuduhan bangsa lain bahwa Indonesia juga telah mengklaim budaya orang lain; misalnya bahasa Indonesia yang 30 persen bahasa Arab, 30 persen bahasa Eropa (Inggris, Belanda, dan Portugis) serta 40 persen bahasa Melayu. Bagaimana dengan Ramayana yang oleh UNESCO diproklamasikan sebagai seni budaya tak benda India? Apakah Indonesia telah mengklaim budaya India sebagai budaya kita karena di Jawa Tengah sendratari Ramayana telah menjadi bagian budaya?

Dalam narasi proklamasi UNESCO atas wayang sebagai seni tak benda Indonesia, disebutkan ”Wayang stories borrow characters from Indian epics and heroes from Persian tales”. UNESCO menyatakan kita meminjam budaya orang lain dalam wayang kita. Apakah meminjam sama dengan mengklaim? Rabindranath Tagore dalam Letters from Java justru terharu dan bangga melihat budaya India dilestarikan di Jawa, bukannya menganggap ini sebagai klaim Indonesia, lalu marah dan meneriakkan perang.

Solusinya

Pertama, media sebagai kekuatan sosial politik keempat harus berani belajar untuk menyajikan substansi yang benar tanpa takut kehilangan rating. Kedua, pemerintah daerah perlu memberdayakan aparat mereka agar paham masalah-masalah HKI. Upaya mudah dan murah, kalau mau.

Ketiga, database tentang seni budaya Indonesia dikumpulkan di satu instansi tertentu, lalu disusun dengan klasifikasi kategorisasi sesuai standar Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Keempat, database ini dilindungi instrumen hukum nasional, lalu dijadikan rujukan dalam perjanjian bilateral guna membatalkan pemberian hak cipta yang meniru seni budaya Indonesia.

Kelima, Indonesia bersama negara-negara berkembang terus melanjutkan keberhasilan perundingan di Sidang Majelis Umum WIPO pada 1 Oktober 2009 yang memutuskan bahwa WIPO akan menegosiasikan suatu instrumen hukum internasional yang akan mengatur perlindungan masalah pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, dan sumber genetika.

Mari bekerja keras dengan nasionalisme yang cerdas.

Arif Havas Oegroseno Alumnus Harvard Law School

Posted by: insitemyhead | September 26, 2009

Lost in Madrid

There were three interesting experiences when I went to Madrid.. the funny thing, it has a relationship with a place for pray and Kiblat direction.. maybe it just a coincident with a Ramadhan month..

First..

We met Mohammad.. a 35 years old man from Turkey.. he is our handyman in the Exhibition.

I asked,

“Mohammad, do you know the direction of Kiblat is?”  With his curious face, he return me with another question,

“What do you mean of Kiblat?”

I said, “Kiblat.. umm.. A Makkah.. a place and also the direction of Moslem when they pray.. do you know which direction is? From here, Madrid?”

“Oh.. I don’t know..”

It surprised me though..

“So.. which direction do you usualy pray?”

“Anywhere.. I believe God knows better.” He smile while his pinter finger pointed to the sky.

“Owh.. ok.. I believe God knows too..”

To be honest, I don’t know what to say.. Doh!

Then he walked and continue his work..

Suddenly I remember about how to pointing a North direction by using an analog watch.. I asked my friend, Pandu to come with me outside the building.. and.. by using a sun and an analog watch, finally we found where kiblat is..”

Second..

I was with my mother’s friend, Ibu Datie. She is an artist.. a great artist who made very unique handycraft such as a handbag, traditional cloth and so on..

She asked me pray as imam and want me to accompanying her to the rest room to take a wudhlu.. It is located near by our stand and on the side of the building. It is also an exit alley at the side of the building. When we arrived at the wash room, right in front of devided wash room – gents and women, she asked me to see the outside.. just wondering how the otherside was..

Then, we saw a man (Pakistan or Indian) prayed on the grass under the shadow of a tree.. he used only a newspaper as a sajadah..

I couldn’t described you my feeling at the time unless.. “WOW” word..

CIBELES 1Third..

At Plaza de Cibeles..

Me and Pandu has trying to reach Puerta del Sol and we have no idea where we were.. our map covered by advertisements.. a bad map.. hehehe.. it is!

Finally we found a giant map at the intersection as a tourist guide (for the lost tourist like us I guess.. ^_^) so Pandu and I has a discussion when suddenly an old man comes from behind us and asked,

“Hola, where do you come from?”

“We come from Indonesia, Sir..”

“Oh.. Indonesia.. apa kabar?”

Waaa.. he speaks Indonesian..

He had been stayed in Jakarta about three years.. so long ago.. and he is Turkey.  He helped us by giving a direction to the Puerta del Sol.  When we asked whether he was in the same direction to Puerta del Sol, he said,

“No.. I want to find a place for pray.”

I asked,”Do you know where a mosque is, Sir?”

“I don’t know.. I just need to find a grass or garden to pray.. its enough.”

Another “WOW” and two thumbs up for him..

After a short conversation and he also know that we are moslem too, we shaking hands and saying goodbye..  then we continue to Puerta del Sol.  While we crossing the road, Pandu said,

”Help comes in a misterious way..” (Bantuan mah datang na ti mana weeee.. – in Sundanese) ^_^

Yes, we found it.. Puerta del Sol.. the Center of Madrid.  That’s what people said.

Posted by: insitemyhead | September 24, 2009

The Sound Of Silence (lyrics)

ZZZ002041-POHello darkness, my old friend,

I’ve come to talk with you again,

Because a vision softly creeping,

Left its seeds while I was sleeping,

And the vision that was planted in my brain

Still remains

Within the sound of silence.

In restless dreams I walked alone

Narrow streets of cobblestone,

neath the halo of a street lamp,

I turned my collar to the cold and damp

When my eyes were stabbed by the flash of a neon light

That split the night

And touched the sound of silence.

And in the naked light I saw

Ten thousand people, maybe more.

People talking without speaking,

People hearing without listening,

People writing songs that voices never share

And no one dare

Disturb the sound of silence.

Fools said I, you do not know

Silence like a cancer grows.

Hear my words that I might teach you,

Take my arms that I might reach you.

But my words like silent raindrops fell,

And echoed

In the wells of silence

And the people bowed and prayed

To the neon God they made.

And the sign flashed out its warning,

In the words that it was forming.

And the sign said, the words of the prophets

Are written on the subway walls

And tenement halls.

And whispered in the sounds of silence.

By. Simon And Garfunkel

Posted by: insitemyhead | September 2, 2009

Bila Terjadi Gempa Bumi (kutipan)

Kamis, 3 September 2009 | 00:16 WIB

KOMPAS.com – Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun Anda berada.

Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.

Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah
Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

Dengarkan informasi
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Sumber : BNPB

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

1. Batik dari Jawa oleh Adidas
2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
29. Kain Ulos oleh Malaysia
30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Sumber : disini

Posted by: insitemyhead | August 25, 2009

The Tongue Said..

It is not about how much you can eat.. an expensive menu you can afford..

a world class recipe you had.. as long as..

Salt still taste salty.. Sugar taste sweet..

Chilly taste hot..

A coffee as a coffee..

A pure water fulfill your thirst..

Even a ‘tempe’ taste as a ‘tempe’..

Thank You LORD for all tastes You give..

Posted by: insitemyhead | August 4, 2009

Tentang Kanker Pada Anak

Kanker adalah kata yang sangat menyeramkan bagi siapa pun. Jika seseorang telah divonis menderita penyakit ini, tentu yang tebersit dalam pikiran adalah harapan hidup yang semakin menipis.

Namun demikian, anggapan menyeramkan ini tentu tak sepenuhnya benar. Apabila kanker dapat terdeteksi secara dini, maka peluang utuk sembuh semakin besar. Selain itu, harapan kesembuhan bagi anak-anak yang mengidap kanker relatif besar, bahkan bisa sampai 100 persen.

Seperti dungkapkan Kepala Hematologi Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Djajadiman SpA (K) di Jakarta, Selasa (15/7), kanker pada anak-anak agak berbeda dengan kanker yang menyerang orang dewasa.

” Kanker pada anak dapat timbul sejak lahir atau setelah melewati usia bayi. Tak seperti kanker pada orang dewasa, kanker pada anak dapat disembuhkan hingga 100 persen kalau ditemukan masih dalam stadium awal. Tetapi pada orang dewasa, ada kemungkinan kanker dapat kambuh lagi,” Djajadiman menjelaskan.

041310pIa menambahkan, kasus kanker pada anak saat ini mencapai sekitar 3 persen dari seluruh kejadian penyakit kanker. Secara umum, ada beberapa jenis kanker yang  menyerang anak-anak, seperti kanker darah (leukimia), kanker otak, kanker bola mata (retinoblastoma), kanker kelenjar getah bening, kanker saraf, kanker kelenjar otot, dan kanker tulang.

“Tetapi kalau diurutkan dari sekian banyak, hanya dua jenis kanker yang paling sering ditemukan, yakni leukemia dan kanker bola mata,” jelasnya.

Menurut data Organisasi Kanker Anak Dunia, kasus leukimia mencapai 25-35 persen dari seluruh kanker anak. Angka kejadian tertinggi dilaporkan terjadi pada usia 3-6 tahun dan lebih banyak menyerang anak perempuan. Sementara retinoblastoma adalah kanker yang banyak ditemukan di negara berkembang pada anak-anak usia 5 tahun ke bawah.  Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 50-60 persen karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut.

Sulit dikenali

Menyoal gejala-gejala awal timbulnya kanker, Prof Djajadiman menjelaskan, kanker pada anak-anak agak sulit dikenali karena mereka seringkali tidak merasakan atau menceritakan keluhannya.

“Namun begitu, ada tanda-tanda umum yang harus diwaspadai oleh orangtua.  Dengan mengenal gejala ini, orangtua dapat lebih lanjut mengonsultasikannya kepada dokter,” ujarnya.

Untuk kanker darah atau leukemia, lanjut Prof Djajadiman, gejala yang biasa muncul adalah anak kurang bergairah, lesu, dan lemah akibat penurunan kadar haemoglobin.  Gejala lain adalah demam dengan frekuensi tinggi akibat menurunnya kadar sel darah putih dan munculnya bintik-bintik berwarna biru atau merah akibat perdarahan, serta perut mengeras karena hati dan limpa membengkak.

“Karena prosesnya terjadi di tulang belakang, biasanya juga disertai rasa nyeri di tulang belakang pada malam hari.  Kadang juga ada benjolan di leher,” katanya.

Sementara gejala retinoblastoma pada anak, lanjut Prof Djayadiman, lebih sulit lagi diketahui karena gejala awalnya tidak tampak. Gejala ini biasanya ditandai dengan adanya bintik putih pada bagian mata yang berwarna hitam.  Kalau sudah bintik putih tersebut membesar,  kemudian akan memantulkan cahaya yang masuk ke mata atau juga sering disebut mata kucing.

“Jadi karena ada reflek cahaya, tumor itu seperti bersinar. Tapi ini menandakan bahwa kanker ini sudah tidak terlalu dini,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bila gejala-gejala itu ditemukan pada anak sebaiknya orangtua segera membawanya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya supaya dokter bisa membantu memastikan apakah anaknya terserang kanker.

Masih belum pasti

Mengenai penyebab kanker pada anak, Prof Djajadiman menyatakan hingga kini belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Fakta ini pula yang menyebabkan upaya pencegahan kanker anak sulit dilakukan.

“Namun disinyalir penyebabnya adalah adanya pengaruh faktor genetik, seperti kelainan atau cacat  gen yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali. Inilah yang menyebabkan kanker anak sulit dicegah. Karena jelas berbeda dengan kanker pada dewasa yang timbulnya bisa karena faktor perilaku dan gaya hidup,” paparnya.

Mungkin bila suatu hari nanti penyebabnya dapat diketahui, Prof Djajadiman berpendapat, kanker pada anak dapat diatasi dengan metode terapi. “Terapinya mungkin dalam bentuk terapi gen dan bukan terapi untuk pencegahan,” katanya.

Pola makan yang sehat bagi anak-anak dapat mencegah timbulnya kanker pada usia balita dan anak. Karena itu, spesialis anak dari RSCM, dr. Maria Abdulsalam, Sp.A(K) menghimbau para orang tua untuk membiasakan pola hidup sehat di tengah-tengah keluarganya, terutama dalam hal konsumsi makanan bagi anak-anak.

Berbagai penelitian menyebutkan penyakit yang mematikan ini bisa dicegah, kata Edi. Selain menghindari konsumsi junk food, pemberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan tidak mengonsumsi makanan yang diawetkan (dalam kaleng) dan mengandung pestisida akan menurunkan risiko menderita kanker hingga 21 persen.

Selain hindari makanan yang banyak mengandung zat pewarna, makan banyak vitamin A dan vitamin C dari buah-buahan dan sayur-sayuran,” ujar Maria dalam presentasinya di Seminar Kanker Anak yang diadakan oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Rabu (26/3).

Maria juga sempat menjelaskan bahwa sifat kanker yang diderita baik oleh anak maupun orang dewasa bukan kumulatif, artinya bibit kanker bisa muncul kapan saja oleh karena faktor-faktor penyebabnya, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.

“Maksud saya, kanker yang dialami oleh orang dewasa bukan berarti bibitnya sudah ada sejak dia anak-anak tapi tidak terdeteksi. Itu bisa muncul kapan saja karena faktor-faktor yang tadi saya sebutkan. Risiko anak terkena kanker pun itu memang sering disebabkan karena keluarganya punya riwayat kanker,” ujar Maria.

Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan seseorang menderita kanker meliputi pengaruh bahan kimia, sinar radiasi, pemakaian obat, infeksi virus dan makanan. Maria menambahkan faktor-faktor pencetus kanker yang berasal dari lingkungan dapat dikendalikan dengan penerapan pola hidup sehat oleh para ibu bagi keluarganya.

(sumber : www.kompas.com – rangkuman)

Posted by: insitemyhead | July 20, 2009

Rainy Days and Mondays (lyrics)

Rainy Days And Mondays
By. Carpenters

Talkin’ to myself and feeling old
Sometimes I’d like to quit
Nothing ever seems to fit
Hangin’ around, nothing to do but frown
Rainy days and Mondays always get me down

kindhush What I’ve got they used to call the blues
Nothin’ is really wrong
Feelin’ like I don’t belong
Walkin’ around, some kind of lonely clown
Rainy days and Mondays always get me down

Funny, but it seems that I always wind up-a here with you
Nice to know somebody loves me
Funny, but it seems that it’s the only thing to do
Run and find the one who loves me

(*)
What I feel is come and gone before
No need to talk it out
We know what it’s all about
Hangin’ around, nothing to do but frown
Rainy days and Mondays always get me down

Funny but it seems that it’s the only thing to do
Run and find the one who loves me

Repeat (*)

Hangin’ around, nothing do to but frown
Rainy days and Mondays always get me down..

—–

It’s a nice song.. and also performed by the Cracker in If  we were a Carpenter album..

Posted by: insitemyhead | July 9, 2009

Dance My Fingers, Dance!

Errr..

Dah lama ga nengok blog ini..

Iseng-iseng baca blogs orang.. ngasih komen.. akhirnya masuk lagi ke ‘rumah’ sendiri.. HOLA!

Tulisan aku jadi pindah ke Facebook.. situs ini bener-bener lengkap dan fenomenal.. seperti ‘one stop shopping’.. dari temen sampe games ada semua..

Ya sudahlah.. kapan-kapan nulis disini lagi.. (kapan, ya..? Kapan-kapan deh.. aaarrggghh..)

Shall we dance?

Older Posts »

Categories