IPDN kembali menelan korban..
Meninggalnya Praja Wahyu Hidayat di tahun 2003 lalu ternyata tidak mampu dijadikan pelajaran oleh IPDN.. Cliff Muntu menjadi korban berikutnya.
Tindakan kekerasan di dalam kampus ini ternyata masih terjadi. Pemerintah memberikan opsi kepada IPDN apakah IPDN akan dijadikan Sekolah Militer atau Sekolah Publik. Menurut saya, bukan itu inti masalahnya.
Kekerasan yang terjadi adalah semacam “Chain Reaction” yang turun temurun antar angkatan. Angkatan pertama mengalami ‘penyiksaan’ fisik dan kemudian membalasnya pada angkatan baru dan seterusnya.. Ini semacam balas dendam. Kita disakiti, dan kita balas menyakiti.. tidak peduli siapa orangnya, yang jelas, kita harus balas.. pemikiran semacam itu yang pernah saya tangkap semasa sekolah dulu.. dan ini tidak akan berujung.
Kekerasan dalam pendidikan sudah tidak sesuai dengan Jaman, apalagi bila kekerasan itu dilakukan terhadap anak kecil (Child Abuse) yang akan berdampak psikologis yang tidak baik. Bahkan dalam pendidikan militer pun tidak ada hukuman yang berupa kekerasan fisik yang berbentuk penganiayaan.. yang ada adalah hukuman fisik berupa pekerjaan kasar dan olah raga (push up, sit up, lari)
IPDN melakukan penganiayaan. Saya menyebutnya demikian karena pukulan dan tendangan dilakukan sekuat tenaga dengan titik sasaran yang berbahaya dan dengan teknik yang bisa mematikan secara berulang ulang. Sang korban pun ‘dilarang’ melawan.. Ini tindakan pengecut. Contoh kualitas mental yang sangat rendah yang bersifat menghancurkan untuk memuaskan nafsu.. sama sekali tidak ada hubungannya dengan tujuan untuk mencari ilmu.. metoda Pendidikan yang aneh..
Kita mungkin dulu ingat permainan tradisional semasa kita kecil dulu.. namanya “Injit injit Semut”. Permainan ini sangat sederhana dimana tangan kita dicubit oleh tangan teman kita secara bergantian sambil menyanyikan lagu Injit injit Semut (saya tidak perlu menyanyikannya karena tak akan terdengar dan saya tidak suka nyanyi..
Dalam permainan ini mengandung pesan bahwa bila kita disakiti orang, kita tentunya akan merasa sakit.. dan bila kita tau dicubit itu sakit, maka kita jangan mencubit orang lain..
Tindakan kekerasan dan penganiayaan bukan hanya terjadi dalam kampus IPDN saja, tapi mungkin juga terjadi dalam kampus lainnya, dalam Rumah Tangga dan dalam masyarakat (pengeroyokan) Sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan UU yang mengatur hal-hal tersebut yang disertai dengan hukum yang sangat berat.
Sedikit kutipan dari buku-nya Donald Trump (aku lupa judulnya)
“Balas dendam adalah tidak logis. Hasil akhir dari mata dibalas mata, gigi dibalas gigi adalah dua orang yang buta dan ompong”


I agree in one of Blogger’s opinion that maybe that was a tricky question from Hawking. The right question should be “How can human race not survive the next hunderd years” Its a similar but I think it will change our perspective. If we know how can make human race extinc, we probably could figure out before those things happend, such as: Global warming on North Pole, bio technological development which may causes a threat for all living creatures, the world’s social political issues which may trigger a nuclear war, developing a new weapon or fuel called imaginer element, a meteor showers could be the next threat to overcome (but I believe they don’t bring Superman from a Krypton as an earth savior) or Alien expansion which makes science fiction movies come true (although I believe their existance somewhere out there in the universe).